Pada hari Jumat, 28 Juni 2024 bertempat di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22 Bandung telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama untuk Proyek TPPAS Regional Legok Nangka antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku Penanggung Jawab Projek Kerjasama (PJPK) dan PT Jabar Environmental Solutions (JES) selaku Badan Usaha Pelaksana proyek. Acara ini merupakan tonggak penting dimulainya pelaksanaan Proyek KPBU TPPAS Regional Legok Nangka yang telah dinantikan maanfaatnya oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut acara dibuka oleh P.j Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin selaku PJPK dengan didampingi oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan dan Vice-Minister for Global Environmental Affairs at the Ministry of Environment of Japan (MOEJ) Ono Hiroshi.
Proyek TPPAS Regional Legok Nangka merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur pengolahan sampah di Jawa Barat. Proyek ini, yang akan dibangun di atas lahan seluas 20 (dua puluh) hektar, dirancang untuk memanfaatkan teknologi canggih dalam pengolahan sampah menjadi energi dan memastikan pengolahan sampah yang efisien dan ramah lingkungan. Proyek dengan nilai investasi (Capex dan Opex) lebih dari 12 (dua belas) triliun rupiah (berdasarkan hasil lelang) tersebut diharpkan dapat memproses sampah sebesar 1.853 – 2.131 ton/hari yang bersumber dari Provinsi Jawa Barat utamanya dari 6 (enam) kabupaten/kota yaitu, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut.
Proyek terkait: TPPAS Legok Nangka
Dalam sambutannya Bey Machmudin menyampaikan bahwa setelah penandatanganan perjanjian ini masih ada perjalanan panjang untuk sampai dapat beroperasi (termasuk konstruksi), untuk itu beliau meminta komitmen pihak terkait utamanya dari Bupati/Wali Kota yang mendapat layanan langsung untuk mendukung keberhasilan proyek ini. Beliau berkeyakinan bahwa dengan Kerjasama dan komitmen dari semua pihak, proyek TPPAS Legok Nangka akan menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan persampahan di Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan momentum dari upaya panjang yang telah dilakukan untuk mengatasi persolan sampah di Jawa Barat, untuk itu beliau berharap pembangunan fisik dari proyek ini dapat dipercepat karena proyek ini merupakan salah satu proyek prioritas utama untuk masyarakat Jawa Barat. Beliau juga berharap dari proyek tersebut dapat membuat Jawa Barat dapat lebih bersih dan lebih bagus sehingga masyarakat dapat menikmati (berdampak luas bagi masyarakat).
Kementerian Keuangan telah turut serta mendukung proses proyek TPPAS Regional Legok Nangka agar dapat mencapai tujuan optimal. Dukungan pertama yaitu melalui Fasilitas Penyiapan Proyek dan Pendampingan Transaksi (Project Development Facility/PDF) yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019. Selain itu Kementerian Keuangan juga telah menyediakan Dukungan Kelayakan/ Viability Gap Fund (VGF) sebesar 1,3 triliun rupiah yang saat ini masih berproses guna mendukung kelayakan dari proyek tersebut. Terakhir Kementerian Keuangan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan penjaminan infrastruktur atas proyek tersebut guna memberikan keyakinan kepada investor dan lembaga pembiayaan atas proyek tersebut.
| No | id | judul | isi | image |
|---|