Mendorong Investasi Swasta pada Proyek Infrastruktur melalui LVC dan LCS - The Innovative Financing Series


Penulis: Muhammad Akbar
Pembimbing: Aulia Ihsanin

Pada tanggal 28-29 November 2024 di Jakarta, program Capacity Building untuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) diselenggarakan dengan dukungan dari Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT). Program ini dirancang untuk memperkenalkan dua pendekatan inovatif dalam pembiayaan infrastruktur, yaitu Land Value Capture (LVC) dan Limited Concession Scheme (LCS), yang memiliki potensi besar untuk menarik investasi swasta dan meningkatkan keberlanjutan proyek-proyek KPBU.

Land Value Capture (LVC) dan Limited Concession Scheme (LCS) adalah dua mekanisme pembiayaan yang semakin populer di tingkat global, terutama dalam konteks upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur. Melalui pelatihan ini, peserta dari Kementerian Keuangan, Special Mission Vehicles (SMV), dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) memperoleh pemahaman menyeluruh tentang konsep, implementasi, dan manfaat kedua pendekatan ini.

Baca juga: Mengenal Land Value Capture atau LVC

Investasi Swasta

Memahami Land Value Capture (LVC)

Land Value Capture (LVC) adalah pendekatan pembiayaan inovatif yang memungkinkan pemerintah untuk memanfaatkan peningkatan nilai tanah yang terjadi akibat pengembangan infrastruktur. Contohnya adalah pembangunan jalur kereta api, jalan tol, atau fasilitas publik yang mendorong naiknya harga tanah di sekitarnya. Melalui LVC, nilai tambah tersebut dapat diambil kembali untuk meningkatkan kelayakan finansial infrastruktur itu sendiri maupun dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Dalam program ini, peserta diperkenalkan pada beberapa model LVC yang sukses diterapkan di dunia, seperti:

  • Hong Kong MTR: Sistem transportasi yang dibiayai sebagian besar dari keuntungan properti di sekitar stasiun kereta.
  • Melbourne Metro: Proyek-proyek ini memanfaatkan mekanisme value capture financing untuk mendukung kelangsungan proyek.

Para peserta juga diajak untuk memahami konteks LVC di Indonesia, termasuk regulasi yang berlaku, tantangan implementasi, dan potensi pengembangannya untuk sektor-sektor prioritas seperti transportasi, air bersih, dan sanitasi.

Latihan kasus pada hari pertama mencakup proyek-proyek nasional seperti Jalan Tol Pelabuhan Semarang dan Jembatan Batam-Bintan, yang digunakan sebagai bahan simulasi penerapan LVC dalam situasi nyata.

Menjelajahi Limited Concession Scheme (LCS)

Limited Concession Scheme (LCS) adalah skema pembiayaan yang memungkinkan sektor swasta untuk mengelola dan memonetisasi aset infrastruktur dalam jangka waktu tertentu, tanpa memberikan kontrol penuh atas aset tersebut. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi pemerintah untuk menjaga kendali strategis sembari mengundang investasi swasta.

Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada studi kasus internasional, seperti:

  • Bandara dan jalan tol di India: Proyek yang menggunakan model LCS untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya tarik bagi investor.
  • Skema asset recycling di Australia: Pendekatan inovatif yang memanfaatkan aset publik yang ada untuk mendanai proyek baru.

Hari kedua pelatihan menyoroti diskusi mendalam mengenai tantangan regulasi, peluang implementasi, dan simulasi proyek nasional seperti Bandara Labuan Bajo dan pengembangan jalan ekspres.

Menarik Investasi Swasta dengan LVC dan LCS

Pendekatan LVC dan LCS dirancang untuk meningkatkan kelayakan finansial proyek-proyek infrastruktur, yang sering kali menghadapi tantangan pendanaan awal yang besar. Dengan memanfaatkan potensi pendanaan kreatif ini, pemerintah dapat:

  1. Mengurangi Ketergantungan pada Dana Publik: Mengalihkan sebagian besar risiko dan biaya kepada sektor swasta.
  2. Meningkatkan Kepercayaan Investor: Menyediakan model pembiayaan yang fleksibel dan menarik bagi investor internasional.
  3. Mendukung Pembangunan Berkelanjutan: Mendorong proyek-proyek yang mengadopsi desain ramah lingkungan dan berorientasi pada pengurangan emisi karbon.

Program ini menekankan pentingnya integrasi pendekatan-pendekatan ini dalam kerangka kerja KPBU yang lebih luas. Dengan belajar dari pengalaman internasional, peserta dapat memahami cara mengadaptasi LVC dan LCS ke dalam konteks Indonesia, menciptakan proyek infrastruktur yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif secara sosial dan lingkungan.

Konteks dan Harapan di Indonesia

Di Indonesia, LVC dan LCS berpotensi untuk diterapkan, terutama untuk mendukung pembangunan di sektor-sektor prioritas seperti air bersih, sanitasi, kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Dengan penguatan kapasitas melalui program ini, para peserta diharapkan mampu:

  1. Menyusun proyek yang lebih menarik bagi investor swasta.
  2. Mengoptimalkan regulasi dan kebijakan untuk mendukung implementasi LVC dan LCS.
  3. Mendorong adopsi desain proyek yang berkelanjutan.

Program ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pembiayaan infrastruktur tidak hanya memungkinkan pembangunan yang lebih cepat dan efisien, tetapi juga membuka jalan bagi kemitraan yang lebih kokoh antara pemerintah dan sektor swasta.

Diterbitkan pada 6 Desember 2024

No id judul isi image