Pada hari Rabu, 9 September 2025, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (PDPPI), Bapak Heri Setiawan, bersama Tim Kerja Direktorat PDPPI melaksanakan kunjungan lapangan (site visit) pada Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur PDPPI disambut oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Bapak Lufiandi, selaku Ketua Project Management Unit Proyek KPBU TPPAS Regional Legok Nangka, didampingi oleh Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Terpadu Regional Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan site visit ini bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan Project Development Facility (PDF) yang diberikan oleh Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk Proyek KPBU TPPAS Legok Nangka.
Proyek KPBU TPPAS Legok Nangka merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur pengelolaan sampah di Provinsi Jawa Barat. Dibangun di atas lahan seluas 82,5 (delapan puluh dua koma lima) hektare, proyek ini akan memanfaatkan teknologi insinerator modern untuk mengolah sampah menjadi energi listrik dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan estimasi nilai investasi (Capex, tahun 2020) sebesar Rp4,2 triliun atau setara USD 276 juta, proyek ini diproyeksikan mampu memproses 1.853–2.131 ton sampah per hari dari enam Kabupaten/Kota, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
Sebagai wujud dukungan terhadap kelayakan proyek, Kementerian Keuangan berkomitmen memberikan Viability Gap Fund (VGF) sebesar Rp1,34 triliun kepada Badan Usaha Pelaksana. Dukungan ini bertujuan untuk mengurangi biaya konstruksi sehingga meningkatkan kelayakan finansial proyek.
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, Direktur PDPPI menilai bahwa lahan ini telah siap mendukung pelaksanaan Proyek KPBU TPPAS Legok Nangka. Hal ini terlihat dari keberadaan instalasi sanitary landfill untuk menampung residu (bottom ash) pembakaran sampah, serta kolam pengolahan air lindi yang akan difungsikan sebagai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
| No | id | judul | isi | image |
|---|