Jakarta, 15 Oktober 2025 — Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (Dit. PDPPI), Kementerian Keuangan, bekerja sama dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (PT IIF) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Implementasi ESG dalam Pembiayaan Infrastruktur”. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai Dit. PDPPI serta perwakilan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII).
Sesi ini merupakan bagian pertama dari rangkaian sharing session bersama Special Mission Vehicles (SMV) yang bertujuan memperkuat pemahaman dan kapasitas institusional terkait prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta penerapannya dalam pembiayaan infrastruktur. PT IIF, sebagai lembaga pembiayaan yang telah mengadopsi kebijakan safeguard selaras dengan standar Multilateral Development Bank, berbagi pengalaman mengenai integrasi prinsip keberlanjutan dalam proses bisnis, asesmen proyek, dan manajemen risiko.
Dalam sambutannya, Ibu Lestari, selaku Risk Chief Officer PT IIF, menyampaikan: “Melalui prosedur, tata kelola, dan alur kerja yang terukur, Kerangka Pengelolaan Sosial dan Lingkungan membantu memperkuat disiplin manajemen risiko, sekaligus meningkatkan bankability proyek-proyek infrastruktur yang selaras dengan prinsip ESG nasional dan internasional.”
Kini ESG menjadi elemen penentu bankability proyek karena mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko secara komprehensif, menjamin keberlanjutan sosial dan lingkungan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proyek.
Dalam kegiatan sharing session ini, PT IIF menyampaikan bagaimana mereka menerapkan safeguard dalam menentukan kebijakan pembiayaan infrastruktur, mulai dari screening proyek, integrasi safeguard ke dalam proses due diligence (termasuk penentuan) corrective action plan, dan proses pemantauan pembiayaan. Sharing session juga menjadi wadah untuk menyelaraskan persepsi antar institusi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaboratif, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong praktik pembiayaan infrastruktur yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
| No | id | judul | isi | image |
|---|