Penyediaan layanan air minum perpipaan yang aman, andal, dan terjangkau merupakan prasyarat penting bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Namun demikian, capaian akses di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan, baik dari sisi kinerja penyelenggara, tata kelola, maupun keterbatasan pembiayaan.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Kementerian Keuangan dengan dukungan Pemerintah Australia melalui KIAT, menyusun policy paper ini untuk mengidentifikasi potensi penguatan dalam mendorong peningkatan partisipasi sektor swasta serta mempercepat peningkatan layanan air minum perpipaan. Kajian ini didasarkan pada analisis diagnostik yang komprehensif, mencakup kinerja PDAM, pengalaman proyek KPBU yang telah berjalan, serta evaluasi kerangka kebijakan dan regulasi yang ada.
Policy paper ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Kementerian/Lembaga dalam memperkuat kebijakan yang lebih terintegrasi dan berbasis hasil, serta dimanfaatkan oleh development partner dalam mendukung pengembangan kebijakan, penyediaan technical assistance, dan implementasi program sektor air minum secara lebih efektif.
Secara garis besar, tantangan dan rekomendasi kebijakan dalam policy paper ini dikelompokkan dalam empat aspek utama. Pertama, aspek kelembagaan, yang menyoroti perlunya penguatan kapasitas dan konsolidasi PDAM untuk meningkatkan kinerja dan daya tarik investasi. Kedua, aspek kebijakan dan regulasi, yang menekankan pentingnya kejelasan kerangka regulasi, khususnya terkait tarif berbasis cost recovery, pengelolaan sumber daya air, dan peran swasta dalam layanan distribusi.
Ketiga, aspek skema KPBU, yang menggarisbawahi perlunya pengembangan struktur proyek yang lebih komprehensif hingga mencakup layanan distribusi dan pelanggan, serta peningkatan kualitas penyiapan proyek. Keempat, aspek pembiayaan, yang menekankan penguatan dukungan fiskal, optimalisasi instrumen pembiayaan, serta diversifikasi sumber pendanaan untuk meningkatkan keberlanjutan dan bankability proyek.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, policy paper ini diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan sektor air minum yang lebih berkelanjutan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan layanan, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan mitra pembangunan dalam mencapai target akses universal air minum.
Dokumen policy paper dapat diunduh melalui tautan berikut: Policy Paper Funding and Financing of Water
| No | id | judul | isi | image |
|---|